Welcome!

This is the official blog of Winna Efendi, author of several bestselling Indonesian novels.

Rabu, 20 April 2011

Latar belakang penulisan Remember When

An intro

Ide untuk menulis novel ini dimulai pada suatu malam, di awal tahun 2007. Idenya muncul dari inspirasi lama saya untuk menulis tentang persahabatan dan kisah cinta remaja SMA. Saat itu novel berbahasa Inggris saya yang berjudul Dragonfly (Chance), sebuah bagian dari trilogi novel yang saya rancang, baru saja selesai ditulis. Saya lalu mencari-cari lahan menulis baru, dan terbersit keinginan menulis novel bahasa Indonesia yang sederhana.

Waktu SMA saya masuk ke dalam kelas kecil untuk beberapa anak untuk menyelesaikan SMA dalam kurun waktu 2 tahun, sehingga tidak pernah benar-benar merasakan kehidupan anak SMA pada umumnya yang riuh rendah, saling berbagi, dan banyak aktivitas lainnya yang menyenangkan. Salah satu topik yang paling hangat di kalangan anak-anak muda adalah munculnya persahabatan, yang tak jarang adalah persahabatan sejati - dan juga jatuh cinta. Hal ini saya rasa sangat menyenangkan - sekaligus membingungkan, karena pertama kalinya mereka benar-benar merasakan cinta dan persahabatan yang tulus, namun tidak pasti bagaimana harus bertindak di situasi tertentu. Saat itu saya mengingat jatuh bangun teman-teman saya, termasuk saya sendiri, dalam dunia yang kami bangun sendiri - jatuh cinta, cinta monyet, patah hati, bersahabat.

Lalu muncullah empat karakter utama novel ini. Dalam chapter pertama saya memperkenalkan Freya dan sahabatnya Erik. Tokoh Freya ini begitu hidup di pikiran saya. Seorang gadis muda yang penuh dengan kesedihan, ketakutan, kontrol diri, sehingga dia menjadi begitu introvert, bahkan cenderung anti sosial. Sedangkan Erik adalah sebuah lawakan, seorang sahabat sejati yang sebenarnya juga sudah dewasa. Contoh murid SMA yang tipikal di kehidupan sehari-hari.

Lalu diceritakan tentang Moses. Karakter ini mungkin agak jarang ditemukan, terkadang anak-anak SMA pada umumnya masih mencari jati diri, jarang ada yang setegas Moses. Lalu muncullah dua karakter utama lain, Gia dan Adrian - sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, contoh remaja yang tidak mempedulikan sekitarnya dalam masa keemasan mereka, contoh murid-murid yang dikagumi orang lain karena kepopulerannya.

Tadinya saya ingin membuat novel di mana cerpen-cerpen di dalamnya tidak saling bersambungan, sehingga menjadi semacam cerita ringan. Namun akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya bersambung. Dalam tiga chapter pertama, saya meninggalkan draft ini begitu saja selama dua bulan, karena kehilangan inspirasi. Tapi akhirnya saya kembali dan menyelesaikannya di bulan Juni 2007. Hampir setiap hari saya menulis, membiarkan teman-teman membaca dan mengkritiknya. I enjoyed it.

Proses menulisnya sangat menyenangkan. Saya merasa terbawa dalam emosi dan karakter yang saya ciptakan. Saya bisa menjadi Adrian yang menangis saat sedih, Gia yang tidak mampu melepaskan, Erik yang menjadi penengah, Moses yang galau dalam mengerti ada hal yang di luar pengertiannya, dan Freya yang bingung memilih. Cinta atau persahabatan? Sangat menyenangkan menulis adegan bahagia, menyelipkan sedikit suspense dan kejutan kecil, juga menikmati proses menulis bagian yang sedih. Entah mengapa, menulis kisah ini mengalir mudah untuk saya. It's almost sad when I have to end it.

Lalu kenapa judul awalnya Kenangan Abu-Abu?

Judul pertama yang terbersit adalah Kenangan Abu-Abu. Pertamanya adalah karena saya merasa kisah persahabatan dan cinta ini ada dalam grey area. Berbaur antara benar dan salah, hitam dan putih. Namun seorang teman menyatakan bahwa judulnya pas, karena abu-abu melambangkan warna seragam SMA. Kini diterbitkan lagi dengan judul Remember When, yang menurut saya sangat cocok :)

Semoga kalian juga menikmati membaca karya saya :) Kritik dan saran sangat ditunggu.

Catatan: SMA sekarang disebut SMU. Saya terbiasa menyebutnya SMA.

9 komentar:

Dianira Pradnya Murti mengatakan...

kak... keren :)
boleh kritik kan? hehe.. dikit aja kok..
hmmb, ada kurang lebih 5 kata yang aku lihat salah ketik penulisannya di novel ini.. sayang kak.. hehehe,, selebihnya manteb bgt kak :)

sabilablabla mengatakan...

reviewing your lovely "remeber when" ini in my blog.. kalo sempet, boleh diliat.. hehe.. gaya nulisnya keren.. love love!! :)

Winna Efendi mengatakan...

thanks for the feedback :)

Cicith Citra mengatakan...

bagus banget novelnya :)
tapi kak, bukannya SMU sekarang malah disebut SMA ya? Info aja kok.
Sukses berkarya ya kak!

Eva's Blog mengatakan...

kak winna kok ga bilang2 kalo remember when itu sama kayak kenagan abu2? -_____- aku udh pernah baca kenangan abu2 (minjem di perpus sekolah) seruuu kak. tp baru hari minggu kemaren aku beli remember when dan ga kepikiran kalo sama kayak remember when T_T

Winna Efendi mengatakan...

Sudah aku umumkan bahwa Kenangan Abu-Abu dilaunching ulang menjadi Remember When di blog ini, juga di Facebook dan Twitter account-ku :)

Nur Amina Ramadani mengatakan...

Hiks kak... kemarin aku ke gramedia.. stok remember when habis...
Pas malamnya, aku baru tau kalau kenangan Abu-abu itu sama dgn Remember When..
Hiks.. padahal kemarin aku liat Kenangan Abu-abu di rak...

Anas Nurrohman mengatakan...

novelnya bagus banget kak

http://technologyfor-world.blogspot.com

adnin mustika mengatakan...

Kak, aku sangat suka dengan novel Kak Winna. Boleh minta waktunya untuk wawancara singkat via email, Kak? Ini terkait dengan tugas kuliahku Kak. Terima kasih sebelumnya.