Welcome!

This is the official blog of Winna Efendi, author of several bestselling Indonesian novels.

Sabtu, 01 Februari 2014

Naskah baru 2014

image taken from und.edu


Di awal tahun baru Lunar tahun Kuda Kayu, akhirnya self-editing tahap satu untuk naskah terbaru saya selesai :-)

Seingat saya, ide untuk naskah novel ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, setelah Unforgettable terbit. Awalnya ingin dibuat prekuel, tapi karena belum disetujui, saya kembangkan menjadi sesuatu yang baru. Awal tahun lalu, semasa menulis naskah untuk SCHOOL, justru ide untuk novel ini yang terus membayangi langkah saya, meminta untuk segera dituliskan. Di bulan Oktober, setelah kesibukan pribadi rampung dan saya sedang memikirkan ide proyek selanjutnya, naskah ini akhirnya mulai ditulis.

Kisahnya sederhana, dengan karakter-karakter remaja, walau bukan tentang cinta pertama dan persahabatan yang biasa saya angkat. Inti kisahnya adalah tentang harapan, keluarga, dan keberanian mengejar cinta. Buat saya pribadi, proses menulisnya pun tak mudah, selagi meneruskan kesibukan pekerjaan dan hanya memiliki sedikit waktu luang, proses risetnya harus menyeluruh karena menyangkut subjek yang bisa dibilang sensitif, sulit dan awam bagi saya.

Selama hampir empat bulan, saya menulis setiap malam, terkadang asyik sendiri dan kebablasan sampai larut malam. Saat menggarap naskah ini, saya tidak membaca buku, dan mulai menjauhi film-film (which I miss so dearly now). Mungkin sudah terbiasa demikian, agar saya tidak terpengaruh oleh media lain di luar apa yang bermain di pikiran. Di luar kerinduan itu, saya menikmati setiap prosesnya, walau kadang sulit dan memusingkan :-) saya suka menulis tentang konflik dalam masing-masing karakter, dan berharap mereka juga dapat hidup di hati pembaca.

Proses penulisan novel saya tetap sama: brainstorming - riset - brainstorming - menulis - riset - menulis, menulis. Setelah rampung, saya memulai self editing tahap pertama, yaitu mengetik ulang setiap kata, setiap titik, pada saat yang bersamaan mengubah bagian yang terasa kurang pas, merevisi tata bahasa, memperbaiki dialog, dan mengembangkan karakter juga narasi sembari menulis ulang. Begitu selesai, self editing tahap kedua dimulai, yaitu membaca ulang dari awal hingga akhir, dan memperbaiki alur yang kurang lancar, mengganti-ganti porsi dan peletakan bab hingga terasa pas, dan mengubah susunan cerita atau menambahkurangkan adegan yang tidak sesuai. Baru setelahnya, saya akan proofreading naskah, yaitu membaca ulang untuk memastikan semua elemen novel sudah tergali maksimal, dan tidak ada ejaan atau tata bahasa yang melenceng, menambah alternatif kosakata supaya tidak ada satu kata yang terus diulang-ulang, dan sebagainya. Demikian yang saya lakukan untuk setiap naskah, it's like this little tradition of mine, walaupun setiap kali baru mencapai halaman akhir, rasanya mau buru-buru mengirimkan naskah ke penerbit.

Bulan ini, saya menyusun target untuk mengedit tahap kedua, lalu melakukan proofreading akhir sebelum mengirimkannya ke editor di rumah penerbit. Saya belum tahu apakah naskah ini akan diterima, apa judul resminya dan jika diterima, kapan akan terbit, tapi doakan semuanya lancar ya :D

That being said, Happy Lunar New Year, everyone!

8 komentar:

adin dilla mengatakan...

Mbak Winna, saya adin dilla, saya ngajuin diri nih jadi pembaca pertama naskah, mbak. Saya bisa dibilang teliti lho (enggak sombong ya!) hehehe. Saya tertarik buat menilai naskah yg belum terbit. Sekaligus buat pengalaman, mbak. blog saya, bukuguebaca.blogspot.com & adinngomong.blogspot.com... cek ya Mbak. terima kasih.

Winna Efendi mengatakan...

Halo, mohon maaf untuk naskah aku biasanya membaca dan mengedit sendiri, jadi nggak pakai first reader.

Tapi mungkin bisa coba ajukan lamaran ke Gagas Media, mereka mungkin mencari tim first readers.

adam azkiya mengatakan...

Ooooh Kak Winna juga ternyata melakukan hal yang serupa,menjauhi media lain agar tidak terpengaruh.

Gue jadi inget dari blog nya Bang Benard juga "Berhentilah Membaca." karena mempengaruhi gaya bahasamu, banyak baca emang bagus tapi jangan menulis sambil membaca dan jangan membaca sambil menulis, gitu kataya

Kak Winna, Pake teknik kaya gitu udah lama juga ya?

btw Tentang naskah ini kak Winna nulis dari Oktober? berarti kisaran 4 bulan sampe ke self editing? Cepet bangeeeet, berapa halaman kak?

Winna Efendi mengatakan...

@Adam: yup 3-4 bulan diselingi break kerja sebentar. Sekitar 50 ribu kata hasilnya.

adam azkiya mengatakan...

Motivasi baru dari Kak Winna, Latihan lagi nih '-'9

Feby Yolanda mengatakan...

Gak sabar nunggu katya baru mbak winna :D

Amany K. Abdat mengatakan...

hai kak Winna, semoga naskahnya diterima dan segera terbit ya! penasaran sama konflik yang agak beda ini, good luck!

Winna Efendi mengatakan...

Terima kasih :)