Welcome!

This is the official blog of Winna Efendi, author of several bestselling Indonesian novels.

Minggu, 16 Maret 2008

Review Kenangan Abu-Abu oleh Max

Baru-baru ini seorang teman baru mereview buku Kenangan Abu-Abu saya di blognya yang memang khusus meresensi berbagai buku menarik.

Berikut link-nya:

http://maxbooks.wordpress.com/2008/03/16/buku-enam-puluh-delapan/#comment-863

Dan ini isi resensinya:

Sungguh, Cinta Harus Memilih!

INI adalah cerita tentang dunia kita … dunia elu dan gue berdua! Dimana cinta selalu menjadi warna abu-abu yang membiaskan segala kenangan di bangku sekolah ESEMA. Diantara bilah-bilah kurang dari 1.100 hari, emosi, cinta, dan cemburu adalah ramuan yang selalu fatal. Membekas dan tidak pernah mau pergi. Sampai kapanpun!

Masa SMA adalah masa terindah. Inilah masa penuh warna, peralihan dari masa ABG menjadi remaja dan menjadi batu lompatan memasuki kedewasaan. Di sinilah masa di mana banyak orang mulai mengenal cinta sebenarnya, bukan lagi cinta monyet yang biasa menjangkiti para ABG. Di sinilah suka dan duka, cinta dan impian, harapan dan kewajiban terjalin sebagai kisah yang mewarnai hari-hari yang kurang dari 1.100 hari itu. Tiga tahun lamanya, kebersamaan menggapai masa depan yang indah ataupun kelabu, menjadi penggalan kisah hidup yang takkan pernah bisa dilupakan.

Tema itulah yang diangkat Winna Effendi dalam novel “Kenangan Abu-abu; Ketika Cinta tak lagi Bisa Memilih” terbitan Akoer ini. Membacanya, sungguh kita dibawa bernostalgia kembali dengan masa-masa yang pernah kita jalani itu. Dan Winna mengangkatnya dalam bentuk kisah persahabatan dan percintaan, sesuatu hal yang sebenarnya sulit untuk dipisahkan. Jika persahabatan dikawinkan dengan percintaan, maka pastilah lahir sebuah pengkhianatan.

Winna2Cara Winna bercerita, langsung mengingatkan pada pola penceritaan yang pernah diusung Donny Dhirgantoro dalam novel “5 cm” (Grasindo: 2006) dan “Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona!” karya keroyokan Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, dan Ninit Yunita (Gagasmedia: 2007). Dibanding “pendahulu-pendahulunya” itu, Winna tentu punya kelebihan dan juga kekurangan. Memosisikan diri untuk menyelami masing-masing karakter tokoh yang berbeda-beda dengan penjiwaan berbeda pula, jelas suatu hal yang sulit. Dan untuk sementara penulis muda berusia 22 tahun ini bisa dianggap sukses seperti yang telah dilakukan Donny serta Adhitya dan kawan-kawan. Maka jangan heran bila ceritanya mengalir dan berjalan lancar tanpa harus mengerutkan kening guna memahami psikologi masing-masing tokoh.





Lanjutan resensinya silakan dilihat di blognya Max :)

thanks, Max, for the nice review!


Selasa, 11 Maret 2008

Happy Birthday!

Selamat ulang tahun sayang
Semoga tahun ini lebih berarti
Penuh dengan tawa
Juga dengan makna

Selamat ulang tahun sayang
Jangan pernah menyerah
Jangan pernah mundur
Selalu berjalan maju, karena aku di sisimu

Selamat ulang tahun sayang
Mari kita ukir kenangan
dan ciptakan masa depan
Aku sayang kamu

Jumat, 07 Maret 2008

Two days of comfort food

This long weekend certainly tones down my crazy hectic weekdays. I went shopping with my Mom - after what seemed like ages since we did exactly that. I bought her a pair of Charles and Keith white sandals, and I treated myself to this oversized synthetic bag with snakeskin patterns in beige. I never really owned bags in beige and cream and brown, so this one's a first. It's huge, loads of my stuffs can easily scramble themselves inside it.

Carrefour was a mess, as usual. I've got tons of free vouchers to spend so I went to the Maybelline counter to splurge on blush on shades. I'm crazy about blushers. I then bought a couple of educational DVDs, Yoga DVDs, and a children's book of Bibles with nice papers and illustrations and hardcover. I'm back to exercising regularly so I'm gonna need that DVD.

However, it didn't stop me from eating my comfort food. Billy took me to Izzi Pizza - 50% off till end of March, and ate two pans of pizza, a plate of cheese dough balls and this very delicious set of spaghetti. Dried, with splashes of spicy paper, prawns and olive oil and basil. Yum! We were practically bursting with all the food we stuffed.

Today I had penne carbonara. Penne with oversplurged cheese, garlic breads, milky sauce and ham. I can never resist unhealthy comfort food. I guess I should spend the next weekdays running on the treadmill again :)

Rabu, 05 Maret 2008

Backstreet Boys or N'SYNC?

Ages ago, they were probably the biggest two boybands on Earth - BSB and N'SYNC. Teen girls (a.k.a. my classmates and sometimes me) went gaga over them, buying CDs upon release and playing them over and over again. They wrote the bands' names on their favorite music space on each biodata book, and then there was this debate.. BSB or N'SYNC?

In a heartbeat I would say N'SYNC - I don't know why. I might be a minority because people love BSB so much, but I adore their music, I adore their dance moves and I like Justin Timberlake. Their songs are more upbeat than mellow (Bye Bye Bye and It's Gonna be Me are good dance songs), but their ballads are great too (This I Promise You).

However their vocals aren't so in sync - the other boys other than JC and Justin are merely back vocals. Meanwhile BSB utilizes every personnel's talent to the max. I like it that they all have personalities - AJ is wild, Brian is nice, Kevin is matured, Nick is boyish and Howie is eccentric. Lance, Joey and Chris seem like supporters instead of members.

God, I miss those boyband times. They're much better than Westlife (in my opinion), and their songs are pretty timeless. I was inspired to write this while my MP3 player shuffled upon 'I'll Never Stop' by N'SYNC on the way to work today. My favorite song!

So.. Backstreet Boys or N'SYNC?

Tongkrongan TV setiap pagi

Tiap pagi sebelum pergi ke kantor, saya pasti nongkrongin 3 channel ini:

- Disney Channel: jam 8 ada Mr. Bean animated series. Walau cuma nonton 5 menit, cukup menyenangkan.

- HBO: nonton sneak preview dan jadwal nanti malam di sela tenggang waktu sebelum film jam 8.

- World Live di METRO TV: there is something magical about seeing countries all over the world, ada event hari itu, cuaca, jam, dan webcam live. Seru!

Selasa, 04 Maret 2008

Why don't you google yourself?

Karena penasaran (dan sedikit narsis), saya meg-goggle nama saya sendiri di Google.com. As expected, yang keluar adalah blog-blog saya serta hasil malang-melintang di dunia maya. Misalnya, beberapa artikel di Fasity.com (ya karena saya kontributor di sana), Kemudian.com (saya ikutan udah setahun), blog (Multiply, Blogger, Kenangan Abu-Abu), dan macem-macemnya seperti Facebook, web Penulis Indonesia, sampai Friendster. Di halaman pertama dan kedua penuh dengan jejak-jejak yang saya buat sendiri, tapi di halaman ketiga ke atas saya menemukan surprise.

Misalnya, nama saya masih terpampang di daftar award dan Dean's List kampus saya (eks kampus sih, Queensland University of Technology). Gak nyangka, padahal pas kuliah di sana saya cuma liat daftar Dean's List di papan batu di blok Z building.. atau di lantai 3-nya, atau dipajang di deket library, atau di selembar kertas yang saya dapat melalui pos setiap semester..

Lalu, ada juga nama saya masuk dalam lomba cerpen Escaeva dan IniBuku.. wow.. did I enter that competition? My two short stories were in that list, but I didn't remember submitting anything.

Yang paling menyenangkan, ada dua blogger yang menulis tentang artikel saya di Readers Digest Indonesia Februari 2008 lalu.. judulnya Calling in Life. Salah satunya bahkan meng-copy paste isi artikel itu di blognya.. wah jadi terharu, ternyata artikel itu menginspirasi cukup banyak orang (beberapa teman di kantor membawa pulang majalah itu untuk ditunjukin ke saudara-saudara dan temannya).

Hmmm... lucu ya.. tadinya saya pikir cukup narsis kalau ada orang yang meng-Google diri sendiri di Internet. But I am doing it.. and it's kind of fun to see the results :D

Sabtu, 01 Maret 2008

Reliving cartoon moments

Sejak kecil sampe udah gede sekarang, saya masih gemar nonton kartun di Cartoon Network, Nickleodeon, dan Disney Channel. Dimulai dari komedi gila seperti Tom and Jerry, Warner Bros, dan Mr. Bean the animated series, hingga horor seperti Courage the Cowardly Dog, dan entertaining and highly amusing such as Little Lulu dan Dexter's Laboratory. Kedua terakhir ini adalah favorit saya sejak saya remaja (11 tahun ke atas deh kayaknya). Dulu, di tahun 1997an, saya suka sekali nongkrong di depan TV kabel sambil nungguin show-nya main.

Hari ini saya menonton Dexter's Lab lagi - marathon! Ada sekitar 10 episod tayang ulang di CN, jadi my Sunday morning is spent between washing breakfast dishes and watching a rerun.

Dexter and Dee Dee have always been my favorite characters. Dee Dee is simply fun but annoying, and Dexter is selfish but very amusing. Mereka kerjanya berantem terus, dan Dee Dee cuma nyuekin adiknya aja sambil nari balet ke sana kemari. Juga ada Justice Friends dan Dial M for Monkey yang diselipkan dalam cerita Dexter.

I remember sitting down waiting for results of a quiz till midnight just to see whether I won the goodies from Cartoon Network. I also remember every vivid detail of Dexter - yang pendek lucu itu, sampai Mama Papanya yang polos. Saya suka sekali episodnya, sampai adik saya juga ikut nonton.. Dan hari ini saya nonton lagi, tiba-tiba keinget kalo dulu Mama Dexter pakai sarung tangan karet kuning yang untuk cuci piring. I suddenly remember that she has auburn hair. Lucu deh, inget-inget masa lalu.


Yang kedua adalah komedi super cerdas: Little Lulu. Saya dulu suka menggambar komik Little Lulu walau kacau, dan membuat karakter saya sendiri yang sangat mirip Lulu. Awal episod setiap kartunnya diakhiri dengan Lulu bicara di podium, lalu dia menanyakan satu pertanyaan retoris yang bikin mikir, disambut dengan tepuk tangan audience yang meneriakkan YAY!!! Keren sekali. Good for children, educative and also entertaining.

Kenapa sih sekarang seri menarik kayak gini udah ga ditayangin lagi? Adanya malah film kurang bermutu yang penuh kekerasan, fantasi semata dan ga layak ditonton..? Untung masih ada beberapa yang OK seperti Avatar..

I wish I could see the rerun of the little girl in red dress again :D Hunting komiknya ahhh..

Minggu, 24 Februari 2008

Daftar book hunting Februari 2008

Beberapa judul buku yang masuk keranjang belanjaan bulan ini:

- Sebelum Cahaya : Karla M Nashar
Tertarik baca ini karena From Batavia with Love-nya OK.

- Claudia/Jasmine: Maggie Tiojakin
Filmnya katanya bagus, jadi karena blom sempet nonton baca bukunya dulu deh. Bagus juga :)

- LOVE: Moammar Emka
Penasaran sama filmnya dan kmrn nonton, wah ternyata bagus banget!

- Dongeng seluruh negeri: buku masa kecil nih, pernah hilang dan ternyata ada cetakan 2008 yang ketigabelas jadi kubeli deh.
Nice illustrations. Jadi ngoleksi buku dongeng lagi deh.

- Emma 6: Kaoru Mori
Dark and beautiful, as always. Kadang pengen cepet-cepet ngabisin serialnya aja tapi di gramedia lama keluarnya.

- One Litre of Tears: Aya Kito
Komiknya bagus, sama persis dengan movie-nya.

Yang akan dibeli:

- Satu Hari Berani: Sitta Karina
Kumcernya Sitta, pengen ngebaca nih..

- Seluas Langit Biru: Sitta Karina
Cerita Bianca. I'm collecting her books too.

- Dunia Mereka 2: Monty Tiwa
Sempet kehabisan tapi ternyata masih ada yang ngejual.

- One Gigabyte of Love
Karena ada ceritanya Vilia, dan 52 kisah blogger lain.

- Orang-orang Bloomington: Budi Darma
Pengen banget baca kumcer ini..

Kelima buku di atas sudah masuk keranjang belanjaan minggu ini :D Happy reading!

Selasa, 12 Februari 2008

Launching Kenangan Abu-Abu (tentatif)

Menunggu dengan excited, gembira sekaligus nervous :)
Buku Kenangan Abu-Abu akan launching bulan ini.
Baru saja dapat kabar dari penerbit kalau urusan percetakan sudah selesai.
Hore! Hore! Hore!

Kenangan Abu-Abu will be in stores soon!

Rutinitas Menulis

Times New Roman 11.
Spasi 1.5
Justified paragraph.

Kursor berkedip-kedip.
Layar putih kosong tak terisi.

Saya berpikir.
Menyusun kata dalam hati.
Jari menyentuh ujung abjad keyboard tanpa tergesa
mengetesnya
menunggu

dan kursor masih berkedip.
Layar masih kosong.

Saya masih berpikir.