Welcome!
Sabtu, 07 Januari 2012
2012!
It's a bit late for posting this, but better late than never, right? Here I am making new lists..
Reading resolutions
Story of a beautiful girl
Memilikimu (Sanie B Kuncoro)
Lullaby (Rina Suryakusuma)
Between Shades of Grey
Writing resolutions
A short story compilation, maybe
A teenlit novella in May
and more surprises :)
New year's resolutions
I haven't come up with one, but I will.
Meanwhile, I'm just gonna do my best.
Randoms of the day

The thing is, I don't really care what people think of me. Whether you see me as a bad person, a good person, or whatever it is, I try my best to not let labels get to me. I don't see myself as labeled, which is why I find it really hard to describe myself with words - because I'm not defined by them. A human being is always so complex. So complicated that one word doesn't always describe them, and that one word will always be at odds with each other because sometimes we contradict ourselves under special circumstances.
I don't really mind what others say about my work either. Whether they like my books, or they don't, because I know that although one part of me writes and dedicates my soul to words and my beloved readers, the rest writes for me. I write because I want to, because I can't help it, because I need to, and because I'm writing for me. Besides, art in every single possible form, is a matter of taste. You and I will have different preferences, and you don't have to like it in order to appreciate it.
No, this isn't a vent-up anger blog post. And I'm not mad. I'm just trying to place some sense into my own cluttered brain and understand myself a little more.
So that's just my random musing of the day.
Jumat, 06 Januari 2012
Sneak Peek Novel Terbaru (Judul + Sinopsis)

Dear pembaca,
nggak terasa udah awal tahun 2012, dan it's my birthday today, terima kasih untuk doa dan dukungannya. I feel so very blessed.. dan di hari istimewa ini aku ingin berbagi kabar baik: buku kelimaku akan luncur akhir Januari! Hari ini baru saja mendapatkan judul, tagline dan sinopsis resmi novel tersebut dari dear editor Christian Simamora, so here goes..
Ini adalah novel kelimaku setelah Ai, Refrain, Unbelievable dan Remember When.
Untuk pertama kalinya aku menulis novel bergenre dewasa, dan kali ini agak condong ke novelet yang nggak setebal novel biasa, but I really hope you'll like it :) because it's really special for me.
Judulnya adalah UNFORGETTABLE (tentang cinta yang menunggu)
akan diterbitkan oleh Gagas Media di bulan Januari 2012.
Ini adalah cerita mengenai seorang perempuan dan seorang lelaki yang sering bertemu dan berbagi cerita di sebuah wine lounge. It's about life, it's about love, it's about wine. Ditunggu ya, I hope you'll like it :) nanti akan diadakan preorder buku bertandatangan dan kontes berhadiah buku gratis menjelang pertengahan sampai akhir Januari.
Sinopsisnya:
Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu.
Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku
dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang
perempuan.
Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa
yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah
usang, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.
Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang
tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur
oleh waktu di dalam diri perempuan itu. Membuat ia kehilangan semua
kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama:
lelaki itu.
Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu.
Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian
bertemu cinta.
Sabtu, 10 Desember 2011
Newsletter Desember 2011
Hai teman-teman!
Memutuskan untuk bikin newsletter di FB dan blog, semacam news update mengenai berita-berita terbaru bukuku, menulis, dan masih banyak lagi. Untuk membaca newsletter, bisa add facebook-ku di Winna Efendi, atau blogku http://winna-efendi.blogspot.com. Link juga akan dipublish di twitter @WinnaEfendi.
So.. life's been great. Akhir tahun sudah dekat, artinya waktu untuk mereview pencapaian tahun ini juga mulai merencanakan tahun berikutnya :-) and I'm sharing that with all of you.
Tahun ini dihabiskan dengan banyak menulis. Aku bertekad untuk menyelesaikan beberapa proyek yang sempat tertunda, untuk persiapan tahun depan. Awal tahun 2011 dihabiskan menulis dan merevisi sebuah karya lama yang dimulai tahun 2007, tapi sempat terbengkalai. Hasilnya akan diterbitkan bulan Januari 2012 mendatang, namun judul, sinopsis dan cover belum bisa di-share. Don't worry, pasti akan kuumumkan di sini begitu sudah resmi :) novel yang akan diterbitkan oleh Gagas Media ini adalah novel dewasaku yang pertama, tapi jangan kuatir, temanya masih bisa dibaca oleh remaja juga kok :) ceritanya adalah tentang 2 orang yang nggak saling mengenal, tapi dekat karena sering ketemu di suatu tempat.. it also has something to do with wine. Proses risetnya makan waktu cukup lama, mulai dari membaca buku sampai mencicipi langsung :)
Lalu pertengahan tahun 2011, aku juga sempat sibuk dengan proyek lain. Yang ini masih surprise, nanti ya kalau sudah ada perkembangan lebih lanjut akan di-share. Menjelang akhir 2011, aku sempat kembali menulis novel teenlit. I kind of miss it, actually..
Biasanya, setelah menyelesaikan sebuah proyek menulis, aku akan break sebentar. Kali ini rasanya nggak sabar memulai yang baru lagi karena here I am, starting a new draft :-)
Buku-bukuku yang terbit tahun 2011 adalah Remember When (relaunch novel Kenangan Abu-Abu dengan cover/judul yang berbeda) di bulan April, diikuti dengan nonfiksi The Journeys, antologi kisah perjalanan para penulis di mana aku menulis tentang kisah travelingku ke Shuili, Taiwan.
Mengenai film dan bacaan bagus, aku juga punya beberapa favorit tahun ini, di antaranya Real Steel, It's Kind of a Funny Story, the Art of Getting By, dan One Day. Untuk buku, aku suka The Opposite of Love (Julie Buxbaum), Sisterhood Everlasting (Ann Brashares), What Happened to Goodbye (Sarah Dessen), dan Hector and the Search for Happiness.
Oh ya, teman2 di twitter bisa juga memfollow akun yang dibuat oleh pembaca novelku.. akun ini adalah fanbase Winna Efendi di Twitter, namanya @Winnadict. Baru hari ini tahunya, dan sangat surprised sekaligus tersanjung :) menjelang 2012, aku akan membuat kontes juga untuk memenangkan 1 buku baruku yang bertandatangan. Kontesnya tentang apa, masih lagi dipikirin :) ada yang punya ide?
So, that's it for this month's newsletter, see you di newsletter berikutnya yaaa.. :) thanks for reading my books and for your endless support!
Minggu, 20 November 2011
Letting Go
Lagu Adele berputar lewat speaker kecil yang terhubung dengan komputer, suaranya teredam oleh bunyi mesin kopi yang bergetar pelan. Kamu meletakkan sebuah cangkir keramik untuk menampung kopi cair yang menetes turun – cangkir biru, dengan gagang putih; cangkir lamamu, yang tak pernah kubuang bahkan setelah tahun-tahun itu datang dan pergi.
“Kamu tak berubah,” itu katamu ketika kamu menyisihkan sepatumu di depan pintu, menginjakkan kaki di atas lantai parket yang dingin dan menyapukan pandangan ke sekeliling ruangan. Bingkai-bingkai kayu yang sama, cat dinding krem yang sama, aroma lemongrass seperti pewangi dalam mobil dan lemari pakaianku, semuanya. Tapi kamu salah – aku bukan lagi orang yang sama. Ketika memberitahukannya kepadamu, kamu tersenyum. “Oh ya?” katamu. “Masihkah kamu mendengarkan CD Secret Garden-mu setiap kali kamu sedih? Masih sering lupa mengambil koran pagi di depan pintu?”
Mungkin itulah caramu menentukan seberapa jauh aku telah berubah. Skala antara satu hingga sepuluh. Hal-hal kecil susah untuk diubah, kamu pernah bilang begitu. Hal-hal kecil seperti caramu menggenggam tanganku, dengan ibu jari memutari pangkal tanganku. Caramu meneliti wajahku untuk setiap mikro-ekspresi yang mungkin kau lewati. Caramu memasukkan sedikit lebih banyak merica setiap kali memasak. Itu adalah sebagian dari hal-hal kecil. Urusan lain, seperti cincin yang kini melingkari jari manismu, itu adalah hal-hal yang lebih besar.
Lalu, kamu menuang sisa kopi ke dalam cangkirku, tak lupa menambahkan sesendok gula merah, seperti kebiasaanku. Ketika menyerahkannya kepadaku, ekspresi di wajahmu adalah kesedihan. “Kopimu, just the way you like it.”
Aku mengambil tempat di atas karpet, dan bersyukur karena kamu tak bergerak dari posisimu di meja makan. Jarak di antara kita terlalu lebar, dan kurasa tidak satu pun dari kita yang berhak merapatkannya.
“Apa kabarmu?”
Aku sudah berlatih untuk adegan ini, adegan di mana kita tak sengaja berpapasan di jalan dan pandangan kita bertemu. Akankah aku memalingkan mata duluan, ataukah kamu yang akan terus berjalan seakan-akan kita tak pernah saling mengenal? Aku memainkannya di kepalaku beratus-ratus kali, meyakinkan diri sendiri bahwa aku akan menatapmu tepat di manik mata dan berjalan tanpa menoleh ke belakang lagi. Tapi ternyata, kita berdua sama-sama berhenti. Aku tidak tahu siapa yang duluan tersenyum. Aku ingat, kamulah yang pertama kali menyapa.
Aku tak pernah menyangka kamu akan ada di apartemenku sekarang. Ini di luar skenario. Bagian ini tak pernah hadir dalam versiku, kamu yang duduk dengan cangkir biru tuamu, di dapurku, berbicara denganku. Dalam versiku, kamu adalah bayang-bayang yang menghuni masa laluku, dan aku bertekad tetap mempertahankannya sedemikian rupa.
But I miss you, Ben. Aku kangen berpegangan tangan sembari meluncur sepanjang ring lapangan es, dengan butiran salju meleleh di bahu. Aku rindu berbagi secangkir kopi, berargumen mengenai seberapa banyak gula yang akan kita masukkan ke dalamnya. All those little things, and then the bigger stuffs as well.
“We don’t have to change, you know.” Kamu menatapku lagi, aku yang sedang bermonolog dan berusaha melawan suara-suara dalam kepalaku. “Kita tak perlu menjadi orang asing bagi satu sama lain. Kamu adalah Julie, dan aku Ben. Kita saling mengenal, kita punya sejarah, kita adalah kita.”
“Yang kamu lupakan adalah fakta bahwa kita bukan lagi kita. Julie kembali menjadi Julie yang berusaha melupakan Ben, dan Ben.. aku tak tahu seperti apa dia sekarang. I’m not sure I care anymore.”
Kamu terlihat terluka oleh pernyataan barusan. Bagian awal ucapanku jujur. Bagian akhirnya.. aku tak yakin apakah itu sepenuhnya benar.
“Julie.” Kamu akhirnya bangkit, meletakkan cangkirmu di atas meja di mana bagian bawahnya menyisakan lingkaran cokelat. “Mungkin lebih baik aku pergi.”
Perkataan itulah yang membuatku kehilangan kontrol, saat itu juga. Aku bangkit, berdiri di hadapanmu dan dengan penuh amarah memukulkan kedua tanganku ke dadamu, walau kamu hampir dua kali ukuranku dan dapat menyorokkanku dengan sekali dorong. Kamu diam saja, menerima pukulan demi pukulan, dan itu hanya membuatku semakin marah. Aku mengumpulkan semua air mata, semua sakit hati, dan setiap keberanianku untuk mengungkapkannya padamu, bahwa kamu selalu memilih untuk pergi saat keadaan tidak sesuai untukmu. Being gone is the only thing you’re good at.
Kemudian kedua tanganmu menggenggam milikku, dan kita berdua saling menatap dengan air mata mengaliri sisi-sisi wajah kita.
Kamu dan aku. Kita berdua, mengulangi apa yang terjadi hari itu. Aku hanya tak tahu apa yang akan kau lakukan selanjutnya.
Kamu tahu, yang perlu kita lakukan bukanlah berubah. Melepaskan. Hanya itu. Dan denganmu di sini, I think it is time.
**
my first short story in months. haven't written any in a while. needs some work and could've used some good editing, but it's all I've got at the moment. inspired by one of the last chapters of Adam and Mia's story in Where She Went.
Sabtu, 19 November 2011
(book) Where She Went

If I Stay wins best cover every single time, though. At first I was doubtful whether I'd like this one, since I'm not in love with the prequel.. but I'm glad I've decided to give it a chance. I might not like Mia all that much, but I do love Adam. He's sensitive, he's gentle, and he's a big softie. I like the fact that they're both adults now, zoom in three years later and fast forward - now look where they are and how they'r...moreI wasn't sold on If I Stay, but with this one, I am. Totally.
If I Stay wins best cover every single time, though. At first I was doubtful whether I'd like this one, since I'm not in love with the prequel.. but I'm glad I've decided to give it a chance. I might not like Mia all that much, but I do love Adam. He's sensitive, he's gentle, and he's a big softie. I like the fact that they're both adults now, zoom in three years later and fast forward - now look where they are and how they're doing. It's nice to see the aftermath of everything else, and how each is dealing with their own loss.
It's very well written, and I adore the writer for that. She can switch from Mia's voice to Adam's with great fluency, so smooth it doesn't ever hint that it's a female writer writing a character's voice. It's 100% Adam, the rock star, the suffering musician who is not sure who he is anymore. I love every single word he uses to explain himself, to show readers his heartbreak, beyond his life at the moment. He is flawed, but he's endearing, and kudos for exploring the depth of his soul.
It's more heartbreaking than the first one. I'm getting goosebumps just reading some passages, and I feel so happy when the ending concludes. Love it :)
Jumat, 11 November 2011
(movie) Real Steel
Sure, it's a movie about robots fighting each other. I sure don't adore boxing movies, as much as I don't really like watching people kill each other brutally. But then again, I never expected that I'd come to root for a robot (yes, you heard that right), to win a boxing match. Atom, the heroic robot, was made to look sympathetic, slightly human, with doe eyes and a plain face. Yes, he was plain, but the fact that he was made him anything other than ordinary.
I like how the main conflict has a mixture of human drama, ties between family and friends, father and son bond, father and robot bond, son and robot bond, and so much more. It's hilarious at times, but the comedic timing is right so it adds warm humor into the movie instead of playing with jokes that look like they were thrown just for the point of it. Then we have the action - which is unbelievably tense and so fun to watch. They did it to the point that we didn't get bored watching a series of robot fights over and over again, and till now I still marvel how they managed. Perhaps there was always something new in the fighting sequence, always a new environment, a combination of winning and losing, and a really touching scene near the end.
My only minor complaints are the poster and the ending. How I wish we could've seen the aftermath - who got custody in the end? What happened after the battle? It would be nice to see that. Then the poster - it's so bland. When it was on the cover of a movie magazine, I didn't even hesitate to look at it because all I could see was Hugh Jackman in a boxing pose, standing in front of a dark robot. I know it's probably to not compete with the high tech looking Transformers, but it doesn't let us know anything. It looks scruffy, boring, like a dark-age movie about fighting for one's honor and the world.. which is nothing like the movie. I wish we had the one I posted above, it's so much better.
So, we both loved the movie. Had an absolutely wonderful time and not a second wasted.
Alice
It's November, which means it's nearing end of year. I have had so many projects to do this year, and hopefully all of them will surface in the market next year :-) I sincerely love each one of them, and can't wait to see them hit the shelves.
One particular project I'm writing on at the moment is Alice. Alice Bell is an eighteen year old girl from Belfast, Maine, a small city in close proximity to water - by that I mean the sea. She's awkward and quiet, like most of my characters, but she's also something else. I particularly love writing with a small beach city as my setting, it somehow gives off a melancholic aura. Alice has a quirky family, and also a quirky personality, so it's nice to give her more life in the pages :-) for some reasons I can't stop thinking about her, and how nice it'd be to be able to write more about her and who she is and how she lives.
This one's due for May 2012 publication, so we'll see.
Senin, 10 Oktober 2011
Giveaway novel Remember When: share pengalaman pribadimu
Lagi pengen bikin giveaway lagi.. kali ini hadiahnya 1 novel Remember When bertandatangan. Caranya gampang, cukup tag Facebook Winna Efendi atau Twitter @WinnaEfendi dengan cerita berupa pengalaman pribadi kamu yang ada hubungannya dengan novel Ai, Refrain, Remember When atau Unbelievable. Temanya bebas, baik itu cerita hidupmu yang mirip cerita di novel, cowok sekelas yang mirip sama salah satu karakter novel.. anything! Mungkin, kamu pernah kenalan sama seseorang di busway pas lagi baca novel Remember When? Atau novel itu justru yang mempertemukan kamu dengan sahabat atau gebetan di perpustakaan? Syaratnya cuma: cerita itu adalah kisah nyata.
1 cerita paling seru akan dipilih dan menjadi pemenang. Kuis ini dibuka sampai tanggal 14 Oktober 2011. Pemenang akan diumumkan tanggal 15 Oktober 2011 dan dihubungi langsung via direct message.
Best of luck :-)
-Winna-Mengenai novel baru dan hal-hal lain
.. just want to share a bit of news about my new novel.
Bagi yang bertanya mengenai novel-novel karya saya, urutan terbitnya sebagai berikut: Ai, Refrain, Unbelievable (Glam Girls series), Remember When. Yang non-fiksi adalah The Journeys. Untuk sinopsis dan foto kover bisa dilihat di Photos :) kelima buku sudah beredar di Gramedia. Jika kehabisan, bisa dicari juga di www.bukabuku.com, www.inibuku.com atau www.kutukutubuku.com.
.. now about my next novel.
Novel terbaru saya bergenre semi-romance, sedikit lebih dewasa dibanding karya-karya saya sebelumnya. Gaya penulisannya kali ini mellow, dan bercerita tentang dua orang asing yang sering bertemu di sebuah wine lounge. Mereka lantas sering mengobrol tentang keseharian dan hidup mereka. Lalu, apakah yang akan terjadi..? Hehe.. nantikan terbitnya novel terbaruku ini ya.
Jadwal dan judul masih belum resmi, karena itu belum bisa ku-share di sini. Jadwal terbit tentatif adalah awal tahun depan. Mudah-mudahan berita ini bisa menjawab sebagian pertanyaan teman-teman yang penasaran dengan naskah terbaru saya. Yes, it's finished. Sekarang statusnya sedang diproses untuk terbit. Let's wait and see :)
Saya pun masih menulis, dan menyiapkan sebuah kejutan untuk teman-teman dan pembaca di tahun 2012. Terima kasih untuk kalian semua yang terus bersama saya dalam perjalanan menulis ini. I can't do this without all of you.
Best regards and love always,
-Winna Efendi-